Kesaksian Rizieq telak sudutkan Ahok di kasus penistaan agama

Kede Berita, Jakarta - Persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Pada Selasa (28/2) kemarin, sudah 12 kali persidangan digelar.

Pimpinan Ormas Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, menjadi salah satu ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Lebih kurang dua jam Rizieq memberikan kesaksiannya di persidangan. Bagi Rizieq, ini pertama kalinya dia bertemu langsung dengan Ahok, sapaan Basuki.

"Saya tidak pernah ketemu jadi baru hari ini saya tatap muka jadi saya tahunya dari media. Saya tidak pernah berhadapan dengan Ahok. Saya tidak kenal Ahok, saya tidak punya hubungan dengan Ahok. Saya datang ke sini bukan masalah Ahok dan Habib Rizieq, antara Ahok dengan FPI atau GNPF MUI enggak. Ini soal pidana antara Ahok dengan negara," ucap Rizieq membuka kesaksiannya.

Dalam keterangannya, Rizieq memastikan tindakan Ahok di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu jelas menistakan agama. Ahok menyinggung surat Al Maidah ayat 51 saat pidato di hadapan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Apalagi, kata dia, ucapan serupa bukan kali ini saja Ahok lakukan.

"Ahok sengaja hina Alquran. Tanggal 21 September minta lawan politiknya untuk tidak pakai Al Maidah 51. Lalu pada tanggal 7 Oktober di Kompas TV dia mengklarifikasi pernyataannya tetapi malah menyebutkan orang yang memakai ayat Al Maidah 51 adalah rasis dan pengecut," kata Rizieq saat sidang berlangsung berlangsung, Selasa (28/2).

Mengacu pada dua waktu itu, Rizieq berkesimpulan Ahok bukan tanpa niat melakukan penodaan agama sebab dilakukan secara berulang-ulang. Termasuk yang terakhir dilihatnya di tayangan televisi Al Jazeera.

"Sebelum saya hadir di sidang ini, ada rekaman di TV Al Jazeera bahwa dia tidak jera dengan pernyataan beliau. Ada juga rekaman dalam rapat Pemprov DKI dengan lelucon wifi Al Maidah dengan password Kafir," ungkap Rizieq.

Rizieq juga menilai klarifikasi Ahok selama ini juga mengandung pernyataan penodaan agama juga. Seperti saat dia mengatakan memilih pemimpin tapi berdasarkan agama melanggar konstitusi.

"Baru-baru ini dia juga bilang memilih pemimpin berdasarkan agama itu melanggar hak konstitusi. Itu diatur dalam UUD. Lagi-lagi klarifikasi itu konsisten dengan penodaan agama," ungkap Rizieq.

Khusus untuk dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok di Kepulauan Seribu, Rizieq mengaku mengetahui rekaman video pidato Ahok saat beredar di masyarakat dan penyidik polisi memintanya memberikan kesaksian sebagai ahli.

"Tahu dari rekaman video yang beredar di masyarakat terdakwa di Kepulauan Seribu. Penyidik lalu memutar video yang susah diperiksa labfor Mabes Polri," tambahnya.

Rizieq menuturkan, video yang diputar oleh tim penyidik menggunakan laptop. Dia tak ingat berapa lama durasi itu diputar oleh penyidik yang jelas video tersebut cukup panjang. Lebih lanjut Rizieq mengatakan, gambar yang muncul dalam video rekaman itu menggambarkan terdakwa berdiri di antar sejumlah masyarakat di Kepulauan Seribu.

"Yang bersangkutan cerita soal perikanan. Tapi saya tidak fokus pada kalimat lain. Yang saya ingat apa yang tertuang di BAP. Saya minta ulang 'Jak jangan percaya sama orang.... 'biarpun setelah itu ada kalimat lain soal program nya," tutur Rizieq.

Melalui tayangan itu, Rizieq menilai ada 6 ungkapan yang bermasalah dalam pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

"Pertama jangan percaya sama orang, siapapun yang disampaikan terdakwa. Artinya telah ajak masyarakat jangan percaya siapapun juga yang menggunakan surat Al Maidah Ayat 51 untuk memilih nonmuslim," kata Rizieq.

"Kedua, bahwa perkataan terdakwa dalam konteks Pilkada. Ketiga, dibohongi Al Maidah. Tentu maksudnya orang Islam yang hadir saat itu. Maksudnya dibohongi Al Maidah sebagai alat kebohongan tapi juga sumber kebohongan," lanjut Rizieq.

"Ketiga siapa yang bohong umat Islam, dalam pidato tersebut tidak sebut A atau B. Siapa orang yang dimaksud yang bilang jangan pilih pemimpin nonmuslim. Ini makna umum termasuk Rasulullah yang menyampaikan," sambung Rizieq.

Kemudian, kata Rizieq, yang keempat kata macam-macam tidak etis dan termasuk pelecehan termasuk Al Maidah itu sendiri. Kelima, kata takut masuk neraka. Menurut Rizieq, ini pertegas bahwa konteksnya adalah Pilkada. Keenam, kata-kata dibodohi makin mempertegas penodaan oleh terdakwa.

Rizieq menilai, pernyataan terdakwa Ahok itu bukan hanya penodaan terhadap Alquran saja. Tetapi juga Rasulullah, ulama dan semua umat Islam adat tidak memilih pemimpin non muslim.

"Ini bukan saja penodaan Alquran tapi juga rasul, ulama dan semua umat Islam agar jangan pilih pemimpin non muslim," bebernya.

Dia menambahkan, Ahok tak sepantasnya membahas ayat suci Alquran. Di kalangan umat Islam pun hanya orang-orang tertentu yang berhak menafsirkan Alquran. Cuma mereka yang memiliki pemahaman agama mendalam, yang boleh menafsirkan Alquran.

"Enggak usah bicara Alquran, itu bukan domainnya, orang-orang di luar Islam bicara Al quran. Orang Islam saja enggak semua boleh," kata Rizieq.

Rizieq juga menilai penghinaan terhadap agama lain dalam Islam jelas dilarang. Sehingga dia meyakini hal yang sama berlaku dalam ajaran agama lain.

"Banyak sekali ayat-ayat tentang mengajarkan untuk menghormati agama lain. Kalau ada umat Islam yang mencoba ganggu umat agama lain, justru Nabi akan memusuhi umatnya sendiri," ungkapnya.

Sebelum mengakhiri kesaksiannya, Rizieq menegaskan kehadirannya di ruang sidang tidak membawa dendam dan kebencian pribadi.

"Kehadiran saya di tempat ini tidak membawa dendam pribadi atau kebencian kepada siapapun. Saya hanya ingin mengatakan ajaran yang hak dari agama Islam," jelas pria berkacamata itu

Ratusan Mobil Mewah Pengantar Rombongan Raja Salman


Kede Berita, Jakarta - Parkir khusus untuk kelas very-very important person (VVIP) di Bandara Halim Perdanakusuma telah dipenuhi jajaran mobil premium untuk menyambut rombongan Raja Saudi Arabia Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Mobil dengan rata-rata berwarna hitam dan putih itu didominasi oleh kelas sedan dari Jerman, Mercedes-Benz. Segmen E-Class mendominasi mobil yang akan membawa rombongan itu menuju Istana Bogor dan juga DPR RI di Senaya, Jakarta Selatan. Presiden Joko Widodo akan menyambut langsung Raja Salman sejak keluar pesawat Kerajaan Sudi Arabia.

Toyota Alphard seri terbaru pun akan ikut ambil bagian mengantar rombongan keluarga dan para menteri kerajaan. Tak hanya itu, ada sekitar 20 mobil jenis angkut barang untuk mengangkut seluruh barang yang dibawa oleh pihak kerajaan. Sejak kemarin, pihak protokoler telah menyiapkan sekitar 300 mobil premium, sedan dengan mayoritas Mercedes-Benz yang diparkirkan di Parkir Timur, Senayan, Jakarta Selatan.


Sementara itu, untuk tumpangan Raja Salman, pihak kerajaan langsung memboyong kendaraan dari jazirah Arab. Selama kunjungannya, Raja Arab memboyong dua kendaraan mewahnya dari Arab, yakni Mercedes-Benz S600 Guard seri Maybach. Tidak hanya satu, Salman membawa dua kendaraannya, dan sudah berada di Denpasar sejak 18 Februari 2017 lalu.

Mercedes-Maybach S600 Guard sudah mulai dikenal sekira 2014. Sejak pertama diluncurkan mobil ini diklaim sebagai mobil penumpang pertama dengan tingkat perlindungan tertinggi. Bahkan, menjadi kendaraan pertama yang disertifikasi dengan VR10 tingkat perlindungan tertinggi balistik untuk kendaraan non militer.

Selain kuat secara keseluruhan, Mercedes juga memberi banyak kenyamanan saat penumpak memasuki kabin. Kabin terasa lebih luas, karena memiliki panjang 5.453 mm dan jarak antar sumbu roda, 3.365 mm. 20 cm lebih besar di kedua dimensi tersebut aripada seri S-Class Sallon.

Mercedes-Maybach S600 Guard, ditunjang dengan mesin V12 memakai turbocharge ganda berkubikasi hampir 6000cc, serta bertransmisi otomatis 7G-TRONIC untuk menghadirkan konsumsi rendah di bahan bakar, namun tetap dapat berakselerasi. Mesin dipercaya dapat mencapai 530 tk dengan  torsi puncak 830 Nm pada putaran 1.900 rpm. Untuk kecepatan maksimal, dapat mencapai 160 kpj yang dibatasi secara elektrik. (pit)

Beri Laporan Palsu ke Kim Jong-Un, 5 Pejabat Korut Dieksekusi

Kede Berita, Pyongyang - Otoritas Korea Utara (Korut) kembali mengeksekusi mati para pejabatnya. Sedikitnya lima pejabat keamanan Korut dieksekusi mati dengan senjata antipesawat.

Informasi itu diungkapkan oleh dua anggota parlemen Korea Selatan (Korsel) yang telah mendapat briefing dari Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS), seperti dilansir CNN, Rabu (1/3/2017). Tidak disebut lebih lanjut kapan eksekusi mati itu dilakukan. Dituturkan salah satu anggota parlemen Korsel Kim Byung-Kee kepada wartawan, para pejabat itu dieksekusi mati karena ketahuan memberikan laporan palsu kepada pemimpin Korut, Kim Jong-Un.

Identitas para pejabat yang dieksekusi mati tidak diketahui pasti. Namun Kim Byung-Kee menyebut, para pejabat itu berada di posisi setingkat wakil menteri dan pernah bekerja di bawah Kepala Kementerian Keamanan Negara Kim Won-Hong yang baru saja dipecat.

"Kim Won-Hong yang menjabat kepala keamanan negara, berstatus tahanan rumah setelah penyelidikan dilakukan dan lebih dari lima pejabat setingkat wakil menteri yang bekerja di bawahnya, telah dieksekusi mati dengan senjata antipesawat," tutur Kim Byung-Kee.

"Eksekusi mati para pejabat lainnya masih bisa terjadi, seiring penyelidikan masih terus berlanjut," imbuhnya.

Kementerian Keamanan Negara Korut secara efektif merupakan dinas intelijen negara komunis itu. Kementerian itu juga mengoperasikan kamp kerja paksa dan melakukan pengintaian domestik terhadap para pekerja dan warga Korut.

"Kementerian itu mengawasi dan memantau publik dan para pejabat partai (komunis). Terdeteksi bahwa laporan palsu diberikan kepada Kim Jong-Un. Kim Jong-Un marah atas temuan ini dan menempatkan Kim Won-Hong dalam status tahanan rumah dan memerintahkan eksekusi mati lima orang," terang anggota parlemen Korsel lainnya, Lee Cheol-Woo.

Tidak hanya itu, Kim Jong-Un juga memerintahkan pemindahan patung mendiang ayahnya, Kim Jong-Il, dari kompleks kementerian sebagai hukuman. "Kim Jong-Un memerintahkan pemindahkan patung Kim Jong-Il dari Kementerian Keamanan Negara karena mereka tidak pantas memiliki patung itu,"
sebut Lee Cheol-Woo.

Otoritas Korut selama ini membantah keberadaan kamp kerja paksa. Namun Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) menyatakan Kim Won-Hong mengarahkan dan mengatur setiap aktivitas di kamp kerja paksa itu, termasuk pemukulan, pemaksaan kelaparan, kekerasan seksual, aborsi paksa dan membunuh bayi yang baru lahir. Kementerian Keamanan Negara melapor langsung kepada Kim Jong-Un.

Pengacara Ahok Tak Ajukan Pertanyaan ke Habib Rizieq

Kede Berita, Jakarta - Tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mengajukan pertanyaan ke Habib Rizieq Syihab yang dihadirkan sebagai ahli dalam persidangan. Rizieq hanya mendapat pertanyaan dari majelis hakim dan jaksa.

"Tidak ada," ujar salah satu anggota tim penasihat hukum Ahok menjawab pertanyaan majelis hakim dalam sidang lanjutan di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Selasa (28/2/2017).

Rizieq dalam persidangan menyebut Ahok telah menodai agama karena menyebut surat Al-Maidah ayat 51. Ahok disebut Rizieq juga menempatkan surat Al-Maidah sebagai alat kebohongan dalam konteks kepentingan pilkada.

"Tidak hanya alat kebohongan, tapi sumber kebohongan. Ini yang kita nyatakan sebagai penodaan agama," tutur Rizieq.

Nuansa politik saat Ahok bicara di hadapan warga Kepulauan Seribu menurut Rizieq sangat terang benderang. Ahok menurutnya menyelipkan kata-kata terkait pemilihan kepala daerah.

"Kata-kata 'nggak pilih saya' ini memperjelas omongan dalam konteks pilkada," sebutnya.

Dalam sidang, Rizieq juga menyebut dugaan penodaan agama yang dilakukan Ahok sebelum kasus pidato di Kepulauan Seribu masuk ke proses hukum. Ahok kata Rizieq kerap menyinggung surat Al-Maidah ayat 51.

"Ada lagi rekaman pernyataan terdakwa dalam rapat Pemprov DKI Jakarta yang lagi heboh sekarang di tengah masyarakat dengan lelucon yaitu mengusulkan membuat WiFi milik Pemprov DKI bernama Al-Maidah dengan password kafir," sambungnya.

Pada saat sidang dibuka sekitar pukul 09.10 WIB, tim pengacara Ahok memang mengajukan keberatan atas dipilihnya Rizieq sebagai ahli yang didengar keterangannya dalam persidangan. Tapi protes ini dimentahkan tim jaksa.

"Habib Rizieq pernah dijatuhi hukuman dua kali. Beliau adalah residivis," ujar pengacara Ahok, Humphrey Djemat.

Humphrey juga membahas status tersangka Rizieq serta sejumlah laporan dugaan pidana terhadap Rizieq. "Sepanjang yang kami ketahui, ada 3 laporan," sebut Humprey hingga akhirnya majelis hakim tetap melanjutkan persidangan.

Di Sidang Ahok, Habib Rizieq Jelaskan Arti Aulia di Al-Maidah 51

Kede Berita, Jakarta - Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab yang dihadirkan sebagai saksi ahli agama di sidang dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjelaskan maksud kata 'aulia' dalam surat Al-Maidah ayat 51. Menurut Rizieq, ahli tafsir salaf sepakat bahwa kata aulia setidaknya memiliki lima pengertian.

Hal tersebut disampaikan Rizieq saat bersaksi di Auditorium Kementerian Pertanian, Jl RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017). Lima pengertian tersebut antara lain teman setia, orang kepercayaan, penolong, pelindung, dan pemimpin.

"Semua ahli tafsir salaf, saya katakan salaf maksudnya klasik. Semua ahli tafsir salaf sepakat apakah itu diartikan teman setia, orang kepercayaan, penolong, pelindung, pemimpin, semua sepakat bahwa ayat tersebut sah dijadikan dalil haramnya orang kafir sebagai pemimpin bagi umat Islam," jelas Rizieq.

Rizieq menjelaskan, pemimpin punya arti lebih tinggi dibanding penafsiran lainnya. Ia mencontohkan, ketika seseorang menjadi pemimpin ia otomatis menjadi teman dekat. Namun tidak berlaku sebaliknya.

"Kenapa mereka tidak berbeda pendapat, pertama kalau menjadi orang setia atau orang kepercayaan saja tidak boleh, apalagi jadi pemimpin. Kenapa? Setiap teman setia belum tentu jadi pemimpin, tapi setiap pemimpin wajib jadi teman setia orang yang dipimpinnya," ujar Rizieq.

"Pemimpin harus jadi teman setia rakyatnya. Begitu pun dalam konteks orang kepercayaan. Jadi pemimpin ini artinya lebih tinggi. Kalau jadi pelindung dan penolong umat Islam saja tidak boleh, apalagi jadi pemimpin," jelasnya.

Di tengah teror bom Bandung, sosok Bripda Ismi curi perhatian


Kede Berita, Jakarta - Kota Bandung dihebohkan aksi bom di Lapangan Pandawa. Pelaku meledakkan bom dan membakar lantai 2 kantor kelurahan. Aksinya digagalkan polisi, pelaku tewas.

Di tengah-tengah aksi penanganan teror itu, sesosok Polwan cantik menyedot perhatian netizen. Bahkan foto-foto Brigadir Dua Ismi Aisyah dengan cepat beredar di media sosial. Banyak yang memuji kehadiran Polwan cantik itu.

Ismi tampak menenteng kamera DSLR di TKP. Dia mendokumentasikan penanganan kejadian teror tersebut.

Sosok Ismi sebagai Polwan cantik beberapa kali jadi pemberitaan. Sehari-hari dara manis ini bertugas sebagai Aspri Kapolda Jabar. Dia Instagram pun Ismi cukup populer.



Kunjungan Raja Arab Jadi Kejutan Setelah 47 Tahun Silam

Kede Berita, Jakarta - Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz‎ Al Saud ke Indonesia menjadi kejutan  bagi pemerintah. Kunjungan Raja Arab Saudi ini pertama kalinya setelah 47 tahun penguasa negara di Timur Tengah itu mengunjungi Indonesia.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Adi Prayitno mengatakan, kunjungan Raja Salman ke Indonesia sangat erat kaitannya dengan situasi politik global yang cenderung kurang menguntungkan Arab Saudi dan Timur Tengah. Terutama setelah Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Donald Trump memproteksi AS dari negara-negara yang dianggap mengancam keamananan AS‎.

"‎Padahal, presiden Indonesia mulai dari Gus Dur hingga Jokowi, hilir mudik datang ke tanah Arab melakukan kunjungan kenegaraan. Namun baru kali ini, Raja Arab baru berkenan bertandang ke Indonesia," ujar Adi dalam perbincangannya dengan media melalui telepon, Senin (27/2/2017).

Menurutnya kesamaan agama diharapkan menjadi perekat diplomatik untuk dilakukan hubungan bilateral dua negara yang semakin mesra. Sejauh ini, kata dia meskipun sama-sama beragama Islam, Indonesia tidak pernah menjadikan Arab sebagai kiblat utama politik.

Sebaliknya, lanjut dia Arab tidak pernah menjadikan Indonesia sebagai partner terdekat yang bisa diajak sekutu. Maka itu, kunjungan Raja Salman dianggap cukup vital untuk mengajak Arab Saudi kerja sama di sektor strategis seperti bidang ekonomi, pendidikan dan pariwisata.